Keseharian Tukang Serabutan Mencari Nafkah
OPINI | 19 January 2013 | 12:07
Di mulai dari jam 5 pagi sesudah
melaksanakan sholat subuh seorang lelaki tua yang sering di sebut mang
ehe oleh warga sekitar memulai mencari uang dengan kerja serabutan
pekerjaan apapun dia kerjaan seperti membersihkan kebun, mencangkul,
mengangkut air dll dalam sehari dia bisa mengerjakan 2-3 pekerjaan
bahkan sampai 1 pekerjaan saja dalam satu hari.
dia merupakan salah seorang yang rajin
dalam bekerja dan cukup rapih pekerjaannya di mulai dari jam 8 pagi
sampai jam 5 sore jika dia sedang dalam pekerjaan mencangkul kebun dan
jika dia sedang mengangkut air tergantung berapa liter yang di minta
oleh orang yang menyuruh nya dan dia di bayar Rp1000/ ember (ukuran
ember cat yang besar) dan bayaran mencangkul dari jam 8 pagi- 5 sore
dia di bayar Rp25000.
dia tidak mempunyai anak untuk di andalkan
membantu ekonomi keluarganya dan dia sudah 3x menikah tetapi bukan
poligami dia di tinggal mati oleh istri pertama dan kedua dan mang ehe
ini orangnya tidak ingin di bayar belakangan seperti kuli atau pesuruh
yang lainya karena dia bilang” saya ini orang butuh jadi saya mau
uangnya langsung di bayar saja” ya wajarlah untuk orang orang seperti
mang ehe ini sangat membutuhkan uang.
setiap hari dia bekerja dengan majikan yang
berbeda beda katanya” kadang ada majikan yang baik suka ngasih makan
kalo lagi kerja dan ada juga majikan yang acuh walaupun bayaranya besar
tetapi kan di bayarnya pas beres kerja sedangkan pas kerja butuh
tenaga” seperti itu lah keseharian mang ehe yang kerjanya serabutan dan
selalu melakukan pekerjaanya dengan sungguh sungguh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar