Psy - Gangnam Style

Senin, 12 Mei 2014

Keseharian Tukang Serabutan

Keseharian Tukang Serabutan Mencari Nafkah

OPINI | 19 January 2013 | 12:07 Dibaca: 276   Komentar: 0   0
Di mulai dari jam  5 pagi sesudah melaksanakan sholat subuh seorang lelaki tua yang sering di sebut mang ehe oleh warga sekitar memulai mencari uang dengan kerja serabutan pekerjaan apapun dia kerjaan seperti membersihkan kebun, mencangkul, mengangkut air dll dalam sehari dia bisa mengerjakan 2-3 pekerjaan bahkan sampai 1 pekerjaan saja dalam satu hari.
dia merupakan salah seorang yang rajin dalam bekerja dan cukup rapih pekerjaannya di mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore jika dia sedang dalam pekerjaan mencangkul kebun dan jika dia sedang mengangkut air tergantung berapa liter yang di minta oleh orang yang menyuruh nya dan dia di bayar Rp1000/ ember (ukuran  ember cat yang besar) dan bayaran mencangkul dari jam 8 pagi- 5 sore dia di bayar Rp25000.
dia tidak mempunyai anak untuk di andalkan membantu ekonomi keluarganya dan dia sudah 3x menikah tetapi bukan poligami dia di tinggal mati oleh istri pertama dan kedua dan mang ehe ini orangnya tidak ingin di bayar belakangan seperti kuli atau pesuruh yang lainya  karena dia bilang” saya ini orang butuh jadi saya mau uangnya langsung di bayar saja” ya wajarlah untuk orang orang seperti mang ehe ini sangat membutuhkan uang.
setiap hari dia bekerja dengan majikan yang berbeda beda katanya” kadang ada majikan yang baik suka ngasih makan kalo lagi kerja  dan ada juga majikan yang acuh walaupun bayaranya besar tetapi kan di bayarnya pas beres kerja  sedangkan pas kerja butuh tenaga” seperti itu lah keseharian mang ehe yang kerjanya serabutan dan selalu melakukan pekerjaanya dengan sungguh sungguh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar